Benjolan di leher belakang umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya. Namun, terkadang benjolan di leher belakang juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan oleh dokter.

Benjolan di leher belakang sangat umum terjadi dan sebagian besar disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening. Selain itu, benjolan di leher belakang juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya, mulai dari kista hingga kanker.7 Penyebab Benjolan di Leher Belakang dan Penanganannya - Alodokter

Beberapa Penyebab Benjolan di Leher Belakang

Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya benjolan di leher

1. Pembesaran kelenjar getah bening

Selain menyebabkan benjolan di leher belakang, pembesaran kelenjar getah bening juga bisa menimbulkan benjolan di area ketiak, bawah dagu, dan sekitar selangkangan. Umumnya kondisi ini tidak berbahaya dan akan sembuh dalam beberapa minggu.

Kelenjar getah bening di belakang leher dapat membesar saat tubuh melawan infeksi virus atau bakteri, misalnya akibat pilek, radang amandel, radang tenggorokan, TBC, infeksi telinga, atau infeksi pada gigi berlubang. Jika penyakit infeksi tersebut sembuh, kelenjar getah bening biasanya akan kembali mengecil ke ukuran semula.

Namun, pembesaran kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti HIV, gangguan autoimun, atau kanker.

2. Kista sebasea

Kista sebasea juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya benjolan di leher belakang. Kista ini terbentuk dari kelenjar minyak kulit yang rusak atau tersumbat.

Benjolan di leher belakang yang muncul akibat kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, terkadang benjolan di leher belakang akibat kista sebasea bisa berukuran besar. Jika sudah demikian, biasanya dokter akan menyarankan tindakan operasi untuk menghilangkan benjolan tersebut.

3. Acne keloidalis

Acne keloidalis merupakan peradangan kronis pada folikel rambut di leher. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan di sekitar leher, atau area tengkuk, yang mirip jerawat. Acne keloidalis biasanya dapat sembuh sendiri.

Untuk menghindari terjadinya infeksi pada folikel rambut atau folikulitis, disarankan untuk tidak memencet benjolan dan menggunakan baju yang mungkin dapat menggesek acne keloidalis.

4. Bisul

Bisul juga bisa muncul di daerah berambut yang terkena banyak keringat dan gesekan, misalnya di leher belakang. Untuk mengeringkan dan mengatasi bisul kecil, Anda bisa menggunakan kompres hangat.

Namun, jika bisul atau benjolan di leher belakang ini berukuran besar dan terasa nyeri, Anda sebaiknya pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

5. Lipoma

Penyebab lain dari munculnya benjolan di leher adalah lipoma. Lipoma merupakan benjolan lemak yang biasanya muncul di antara jaringan kulit dan jaringan otot pada area leher, bahu, lengan, punggung, perut, atau paha.

Benjolan di leher belakang akibat lipoma umumnya terasa lunak, kenyal, dan tidak sakit. Benjolan ini pun dapat tumbuh besar hingga berukuran lebih dari 5 cm.

6. Limfoma

Limfoma adalah pertumbuhan kanker yang berasal dari sel limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi. Limfoma terbagi menjadi dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Penyakit limfoma ini dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Muncul benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Kelelahan
  • Gatal dan ruam kulit
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri tulang

7. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol dalam waktu yang lama. Sindrom Cushing dapat disebabkan oleh beberapa hal, tetapi penyebab yang paling umum adalah penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.

Penyakit ini dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Peningkatan berat badan dan tekanan darah
  • Munculnya benjolan di leher belakang
  • Kulit tampak kemerahan atau keunguan
  • Muncul stretch mark di perut, dada, dan paha.

Penanganan Benjolan di Leher Belakang

Penanganan benjolan di leher belakang biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk menentukan penyebab benjolan di leher belakang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut disebabkan oleh kanker atau bukan.

Setelah penyebab benjolan di leher belakang diketahui, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai. Berikut adalah penanganan benjolan di leher belakang:

Pemberian obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat antibiotik apabila benjolan yang muncul di leher belakang disebabkan oleh infeksi bakteri di kulit. Untuk benjolan yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang aktif, dokter akan memberikan tiroksin sebagai pengganti hormon tiroid.

Operasi

Benjolan di leher belakang yang mengganggu penampilan dan aktivitas sehari-hari, menyebabkan nyeri, atau berukuran besar biasanya akan diatasi dengan tindakan operasi. Tindakan ini akan disertai dengan pengambilan sampel jaringan untuk dilakukan biopsi.

Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan jika benjolan di leher belakang disebabkan oleh tumor atau kanker. Metode pengobatan ini bertujuan untuk menekan pertumbuhan sel kanker dan mencegahnya menyebar ke organ lain.

Benjolan di leher belakang atau sepanjang garis rambut umumnya tidak berbahaya dan bukan merupakan kondisi serius. Namun, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter apabila benjolan di leher belakang membesar dengan cepat, tidak mengecil setelah 2 minggu, atau disertai demam atau penurunan berat badan secara drastis.