Obat kumur sakit gigi kerap digunakan untuk meredakan sakit gigi. Selain untuk meredakan keluhan nyeri di gigi, obat kumur tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memelihara kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut, lho!

Anda mungkin sering menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bau mulut. Namun, sebenarnya ada beragam manfaat lain dari obat kumur yang bisa Anda dapatkan. Manfaat ini tergantung dari kandungan atau bahan aktif di dalam obat kumur.

4 Jenis Obat Kumur Sakit Gigi dan Kegunaannya - Alodokter

Jenis Obat Kumur Sakit Gigi

Obat kumur yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua jenis, yaitu obat kumur yang berfungsi hanya untuk menyegarkan mulut dan obat kumur yang berfungsi untuk mengatasi masalah gigi dan mulut. Obat kumur ini bisa dibeli secara bebas maupun menggunakan resep dokter.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat kumur beserta kandungannya:

1. Obat kumur chlorhexidine

Chlorhexidine adalah obat kumur yang berfungsi untuk mengurangi jumlah bakteri di mulut dan mengatasi peradangan pada gusi atau gingivitis.

Chlorhexidine hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Jika terlalu sering digunakan atau dipakai di luar anjuran dokter, obat kumur ini dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi mulut, mulut kering, gangguan indra pengecapan, dan perubahan warna gigi.

2. Obat kumur hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida merupakan zat yang banyak digunakan dalam produk pembersih. Selain itu, zat yang memiliki sifat antibakteri ini juga aman digunakan sebagai obat kumur sakit gigi, selama konsentrasinya hanya 1–3%.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat aktif ini memiliki manfaat untuk meredakan pembengkakan gusi dan memutihkan gigi.

Meski demikian, obat kumur dengan kandungan hidrogen peroksida memiliki efek samping berupa kerusakan jaringan pulpa dan saraf gigi. Oleh karena itu, penggunaan obat kumur sakit gigi yang mengandung hidrogen peroksida sebaiknya berdasarkan anjuran dokter.

3. Obat kumur fluoride

Kebanyakan obat kumur sakit gigi yang beredar di pasaran mengandung bahan aktif fluoride. Fluoride terbukti efektif memperkuat gigi dan mencegah gigi berlubang akibat zat asam atau bakteri.

Obat kumur fluoride baik digunakan oleh orang yang berisiko mengalami pembentukan karang gigi, seperti lansia dan orang yang kurang merawat kesehatan gigi. Selain itu, penderita mulut kering juga dianjurkan berkumur dengan obat kumur fluoride atas petunjuk dokter.

Meski jarang terjadi, obat kumur sakit gigi yang mengandung fluoride dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi pada mulut dan perubahan warna pada gigi jika digunakan berlebihan. Obat ini juga tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak usia di bawah 7 tahun.

4. Obat kumur herbal

Ada banyak jenis tanaman herbal yang sering digunakan sebagai obat kumur untuk sakit gigi, seperti eucalyptus, jahe, dan peppermint.

Obat kumur herbal mengandung zat tertentu atau minyak esensial yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa kandungan zat dari tanaman herbal tersebut bersifat antiradang dan antibakteri, sehingga banyak digunakan sebagai obat kumur sakit gigi serta obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut, Anda disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Menyikat gigi minimal 2 kali sehari
  • Membersihkan sela gigi dengan benang gigi minimal 1 kali sehari untuk membuang sisa-sisa kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi
  • Menggunakan obat kumur untuk sakit gigi yang bebas alkohol
  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali

Jangan ragu untuk pergi ke dokter apabila Anda mengalami sakit gigi. Dokter akan memeriksa dan memberikan pengobatan, termasuk obat kumur sakit gigi yang sesuai kondisi gigi Anda bila memang diperlukan.